Mengapa harus halal?

Halal Logo

Sebagai wanita yang hobby memasak, kadang saya kesulitan dalam membuat masakan dengan resep luar negeri yang bahannya merupakan bahan impor. Saya sangat ingin memberikan makanan yang halal untuk keluarga saya, ini berati tidak hanya menghindari memasak babi dirumah tentunya. Memberi makanan halal meliputi memasak semua jenis makanan menggunakan bahan baku yang halal dan menyediakan snack yang halal bagi anak saya.

Terkadang godaan untuk membeli makanan impor yang tidak ada logo halal berbentuk H didalam segitiga atau kosher berbentuk K atau U dalam lingkaran (kosher dengan tetap memperhatikan ingredients nya tentunya) selalu muncul saat berbelanja di supermarket.

Dikutip dari http://elhijrah.blogspot.com.au/2011/02/kriteria-makanan-halal-menurut-al-quran.html

“Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam- pernah bersabda:

أَيُّمَا لَحْمٍ نَبَتَ مِنَ الْحَرَامِ فَالنَّارُ أَوْلَى لَهُ

Daging mana saja yang tumbuh dari sesuatu yang haram maka neraka lebih pantas untuknya”.

Makanan yang haram dalam Islam ada dua jenis:

1. Ada yang diharamkan karena dzatnya. Maksudnya asal dari makanan tersebut memang sudah haram, seperti: bangkai, darah, babi, anjing, khamar, dan selainnya.

2. Ada yang diharamkan karena suatu sebab yang tidak berhubungan dengan dzatnya. Maksudnya asal makanannya adalah halal, akan tetapi dia menjadi haram karena adanya sebab yang tidak berkaitan dengan makanan tersebut. Misalnya: makanan dari hasil mencuri, upah perzinahan, sesajen perdukunan, makanan yang disuguhkan dalam acara-acara yang bid’ah, dan lain sebagainya.

Satu hal yang sangat penting untuk diyakini oleh setiap muslim adalah bahwa apa-apa yang Allah telah halalkan berupa makanan, maka disitu ada kecukupan bagi mereka (manusia) untuk tidak mengkonsumsi makanan yang haram. [Muqaddimah Al-Luqothot fima Yubahu wa Yuhramu minal Ath’imah wal Masyrubat dan muqaddimah Al-Ath’imah karya Al-Fauzan]”

Atas dasar itulah saya bertekad untuk selalu ber istiqomah dalam membeli bahan makanan yang halal untuk dikonsumsi keluarga kami. Karena saya sadar, bahwa apa yang dimakan oleh anak dan suami saya haruslah makanan yang diperbolehkan untuk dikonsumsi oleh Allah.

Apa itu makanan yang halal?

Halal pada dasarnya adalah seusai dengan hukum dan syariah Islam. Jadi makanan yang halal adalah makanan yang sesuai dengan peraturan di syariah Islam baik cara membuatnya juga bahan bahan yang terkandung didalamnya. Makanan yang sudah mendapat sertifikasi halal dapat membuat kita lebih tenang mengkonsumsinya, kalau di Indonesia badan yang menerbitkan sertifikasi halal adalah MUI. Untuk bahan makanan impor juga ada sertifikasinya dari badan-badan resmi di negara masing-masing pengimpor. Adanya sertifikat ini membuat kita lebih tenang dalam mengkonsumsi makanan.

Apa itu makanan yang Haram?

Makanan yang haram yang dilarang dikonsumsi antara lain:

  1. Darah
  2. Alkohol
  3. Daging dari binatang yang dilarang, termasuk babi dan binatang karnivora, dan juga burung pemangsa
  4. Daging dari binatang yang tidak disembelih dengan cara Islam dengan nama Allah.

Makanan haram ini hanya boleh dikonsumsi apabila berkaitan dengan kelangsungan hidup seseorang bukan karena kelalaian atau kesengajaan.

Nanti akan saya bahas lebih lanjut mengenai jenis-jenis makanan halal yang dapat dikonsumsi umat muslim.

Sumber: Halal choices , Kriteria Makanan Halal